Siapa yang tidak mengenal Bapak Yudhistira Massardi? Teman-teman yang bergelut pada dunia sastra khususnya sangat mengenal beliau, kali ini Pak Yudhis mengumpulkan setiap ide dan tulisannya pada buku berukuran 15×12 yang berjudul “Bapak, Ibu, Selamatkan Anak-anakmu!” dari salah kaprah filosofi sekolah. Buku ini secara keseluruhan berbicara tentang pendidikan, terdiri dari 10 judul kumpulan kolom karya orisinil pak Yudhis. Buku kecil ini dibuka dengan sebuah pengantar berjudul “jangan sempitkan makna belajar”.

Harus diakui bahwa sekolah sebagai hasil kemajuan peradaban turut membantu tumbuhnya persepsi yang menyempitkan pengertian belajar. Belajar hanya dipahami secara terbatas pada bentuk-bentuk kegiatan yang terkait dengan konteks program sekolah. Lebih parah lagi, program sekolah yang cenderung memberlakukan kompetisi dengan standar pengukuran terbatas, tidak mengakomodasi kebutuhan tumbuhnya keunikan individu. Pada jurusan IPA di SMA misalnya, setiap anak harus siap diukur kualitasnya dengan soal-soal ujian Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, plus mata pelajaran karakteristik per-jurusan.

Begitu pula dengan jurusan IPS. Cetakannya seragam. Apa akibatnya? Demi prestasi akademis yang telah direduksi menjadi kemampuan menjawab soal-soal ujian, seluruh sumber daya anak, orangtua, guru dan sekolah dihabiskan untuk mencapai angka-angka rapor dan ijazah yang istimewa. Kalau anak memiliki keunggulan atau kemahiran pada bidang lainnya seperti kemahiran bermusik, sepakbola, dan menulis cerita pendek dan lain-lain, maka cukup lakukan itu semua sebagai hobi jika ada waktu tersisa di luar program sekolah plus atau yang lebih kita kenal dengan ekstrakurikuler sekolah plus rentetan try-out bertubi-tubi sebelum Ujian Akhir Nasional. Jelas? (kutipan; pengantar buku)

Lantas sekolah seperti apa yang tidak melulu berkutat dengan urusan “prestasi akademis” yang serba terbatas itu? Untuk itu, pak Yudish jabarkan cukup panjang pada buku ini. Dengan segala keruwetannya, kita terbawa pada judul yang cukup membuat kita terprovokasi yakni pada kolom yang berjudul “Berhentilah Sekolah Sebelum Terlambat!”

Keunggulan buku ini penulis menyajikan data-data statistik sebagai pendukung fakta bahwasannya melalui pendidikan yang telah dipaparkan cukup panjang pada penjelasan di atas tidak dapat membawa Indonesia pada posisi yang baik untuk hasil tes PISA (Program for International Student Assessment), dan beberapa tulisan dalam buku ini merupakan tulisan Pak Yudish yang sebelumnya telah dimuat dibeberapa surat kabar. Buku ini kecil namun isinya tidak sekecil ukurannya bahkan sangat padat dan dalam. Setiap judul baru dalam kolom ini sangat menarik, sehingga kita sebagai pembaca sangat penasaran dengan pembahasan tiap kolomnya, buku ini sangat cocok untuk semua kalangan khususnya para pendidik dan orangtua yang mempunyai harapan besar terhadap dunia pendidikan di Indonesia terutama untuk masa depan anak-anak mereka.

Judul Buku : “Bapak, Ibu, Selamatkan Anak-anakmu!” dari salah kaprah filosofi sekolah
Penulis         : Yudhistira ANM Massardi
Penerbit       : Media Pustaka Sentra
Cetakan        : Januari 2016
Jumlah Halaman : 58

Penulis Resensi: Pela Indra Yanih, S.Siani
(Guru Matematika)