Suatu hari, seorang ibu rumah tangga melihat anaknya yang berusia kurang lebih empat tahun sedang menggores-gores dinding dengan pensil. Gores-goresan itu bergerak dari kiri ke kanan, dari bawah ke atas. Si ibu segera merebut pensil itu sambil memukul tangan anaknya dengan gagang sapu karena kesalnya melihat dinding penuh dengan gores-goresan. Tentu saja si anak tidak mengerti mengapa ia dimarahi, padahal ia sangat merasa senang membuat garis-garis itu di dinding. Siapa yang bersalah dalam hal ini?

Sebenarnya ibu tidak memahami perkembangan anaknya, si kecil sedang memasuki masa menggambar coret-coretan. Bagi anak itu sendiri coret-coretan itu merupakan cetusan atau ungkapan dari kehidupan jiwanya.

Masa coret-coretan: 3 – 5 tahun

Coret-coretan mendahului masa masa menggambar yang sebenarnya. Dalam gambarnya itu belum terkandung maksud tertentu, tepatnya ia baru membuat coret-coretan saja. Setelah membuat garis-garis di dinding atau di atas buku gambarnya, perbuatan itu menimbulkan rasa suka pada dirinya, dan merupakan latihan permulaan ke arah menggambar yang sebenarnya. Orang yang mengerti tentang hal itu, tentu akan memberi kesempatan kepada anaknya agar dapat mengembangkan dirinya.

Masa bagan atau skema: 5-7 tahun

Kegiatan menggambar yang sebenarnya dimulai dalam masa skema. Dalam masa skema ini telah kelihatan bentuk-bentuk bagan di dalam goresan-goresannya. Setelah selesai dibuatnya, ia beri nama-nama orang, binatang, atau nama pohon. Meskipun benda-benda itu sebenarnya  tidak begitu jelas kelihatan dalam gambarnya. Karena itulah masa menggambar ini dinamakan masa menggambar bagan.

Masa bentuk dan garis: 7-9 tahun

Pada masa bentuk dan garis anak mulai terlihat gambarnya aslinya. Dengan mengajarkan garis dan bentuk yang sangat sederhana. Ada sembilan garis dasar untuk membentuk sebuah gambar: garis lurus/tegak, miring, lengkung, gelombang, zigzag, bulat/lingkaran, oval, segi tiga dan  segi empat.  Dari semua garis tersebut apabila digabungkan beberapa garis akan menjadi gambar yang sangat jelas.

Cobalah berlatih….

Penulis: Ahmad Fauzi, S.Pd.I (Guru Seni Budaya dan Keterampilan)