Indonesia adalah negara kepulauan dengan (archipelago) terluas di dunia, jumlah pulau Indonesia mencapai 17.508, selain sebagai negara terluas kepulauan di Indonesia juga mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah ruah, seperti minyak bumi, barang tambang, sawah, kebun teh, kopi, kelapa sawit dan lain sebagainya. Selain itu Indonesia merupakan negara yang mempunya garis pantai terluas di dunia, laut yang luas, jenis ikan yang beraneka ragam, terumbu karang yang sangat indah jika dibandingkan dengan negara di dunia. Indonesia berdasarkan garis astronomis berada di antara 6 LU-11 LS dan 95 BT-141 BT ini yang menyebabkan Indonesia negara yang beruntung dikarenakan hanya mempunyai dua musim saja yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

Budaya gotong royong merupakan budaya yang melekat di tengah-tengah masyarakat Indonesia, dengan bergotong royong inilah dasar Indonesia menjadi negara yang berdaulat setelah diproklamirkan oleh bapak proklamator kita Ir. H. Soekarno 71 tahun silam. Kemerdekaan Indonesia merupakan buah dari para pahlawan dengan jiwa dan raganya di pertaruhkan untuk mengibarkan sang merah-putih.

Para pahlawan yang berjuang untuk memerdekaan bangsa Indonesia patut dan harus kita apresiasi dan kita lanjutkan dengan kita mengisi kemerdekaan dan membangun bangsa dan negara ini dengan semangat yang sudah di tunjukan oleh para pendahulu kita. Dewasa ini generasi bangsa yang merupakan tulang punggung berlangsungnya kehidupan berbangsa dan bernegara ini terkadang kurang memahami arti dari sebuah kemerdekaan, mereka tidak melihat bagaimana para pahlawan terdahulu meraih sebuah kemerdekaan.

Sejarah merupakan mata pelajaran yang tergabung dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, yang mana di dalamnya ada beberapa cabang ilmu antara lain, ekonomi, sosiologi, geografi dan sejarah. Mata pelajaran IPS merupakan mata pelajaran yang wajib diberikan dalam struktur kurikulum nasional sebagai mata pelajaran yang mempelajari sendi-sendi sosial, politik, keragaman etnis dan budaya serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di permukaan bumi maupun di atas permukaan bumi dan juga membahas masalah-masalah sejarah baik sejarah dunia maupun sejarah Indonesia.

Untuk menghormati dan menghargai para pahlawan kemerdekaan, di Indonesia nama-nama pahlawan nasional sudah resmi dijadikan sebagai nama jalan, bandara, rumah sakit, gedung-gedung, kampus, sekolah, dan lain sebagainya. Dewasa ini para generasi bangsa mulai hilang jati dirinya dan rasa persaudaran sesama warga negara. Tengok saja tawuran pelajar di kota maupun di kampung, tawuran antar kampung ataupun antar suku, pertikaian polisi dan tentara nasional terus berlanjut, bahkan kecurangan-kecurangan dalam pemilihan kepala daerah sudah sangat akut. Ini semua hasil dari ketidak cermatan bangsa ini terhadap nilai sejarah yang sudah di torehkan tinta emas oleh para pendahulu kita.

Bapak proklamator Indonesia Ir. H. Soekarno pernah berkata “ Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah”, dengan belajar sejarah maka generasi bangsa akan mengisi dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, menghargai waktu, belajar dengan sungguh-sungguh, pantang menyerah, rela berkorban dan menghargai betul arti dari sebuah kemerdekaan. Belajar sejarah merupakan dasar terciptanya semangat nasionalisme, semangat untuk membangun bangsa dan mengisi kemerdekaan seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa Indonesia. Dengan belajar sejarah juga generasi bangsa dapat mengikuti jejak akhlaq dan tingkah laku yang sudah dilakukan pahlawan-pahlawan nasional Indonesia, seperti kegigihan Jendral Besar Soedirman dalam perang gerilyanya, Imam Bonjol dalam perang paderi, Teuku Umar dan banyak lagi para tokoh-tokoh yang lainya menginspirasi kita sebagai generasi bangsa.

Untuk penutup penulis mengajak kepada segenap generasi bangsa ini untuk menumbuhkan sifat nasionalisme, sama-sama kita mengingat dan membaca buku-buku sejarah, peninggalan-peninggalan sejarah dan juga membaca biografi tokoh-tokoh pahlawan nasional yang telah memerdekakan bangsa ini dan mengharumkan bangsa dan negara Indonesia di kancah dunia internasional.

Penulis: Waliyadin Sholeh, S.Pd.Iadin

(Guru Ilmu Pengetahuan Sosial)