Alhamdulilah pelaksanaan Batra Ilmi sudah dilaksanakan dengan baik, hari Senin-Selasa, 6-7 April 2015. Di Area Perkemahan Citra Alam Riverside- Cilembeur, Bogor. Tujuannya adalah meningkatkan mutu pendidikan kepramukaan Gudep 01.105/01.106 Pangkalan SMP Islam Mentari Indonesia dan membentuk generasi yang terampil, tanggung jawab, disiplin dan siap menjadi pemimpin di masanya.
Tepat pukul 08.30 di hari Senin, sejumlah peserta bersiap-siap berangkat dari sekolah menuju lokasi, sebanyak 39 orang peserta (kelas VII & VIII) dan 7 orang guru pendamping dan pembina yang akan berangkat ke sana dengan mengendarai mobil Tronton milik TNI AU.  Semua peralatan keperluan serta agenda kegiatan sudah disiapkan dengan matang, dari mulai materi lapangan maupun luar lapangan, dengan segudang pokok materi yang akan sampaikan, mulai dari gaya kepemimpinan, kedisiplinan, kemandirian, dan lain-lain.
gayakepemimpinan“Kalau kita sudah berbicara tentang kepemimpinan, maka secara tidak langsung kita sudah mulai masuk  ke dalam lahan setiap orang karena kita semua adalah pemimpin tergantung seberapa besar sikap yang kita pimpin atau seberapa banyak orang yang kita pimpin, serta seberapa luas cakupan kepemimpinan kita”. Kutipan inilah yang disampaikan kepada  seluruh siswa oleh Mr. Adin, salah satu guru yang menyampaikan materi Gaya Kepemimpinan. Peserta begitu antusian mengikuti kegiatan tersebut, pasalnya materi yang sampaikan sangat terkesan. Banyak sekali materi kepemimpinan dan kebangsaan yang disampaikan oleh guru-guru dan motivator, semua diberikan kepada seluruh peserta yang mereka petik pelajaran dari uraian tersebut untuk bekal mereka di masa yang akan datang.
Ada juga motivator kebangsaan yang menyampaikan Workshop Nasionalisme Indonesia yang gayanya mirip sekali seperti bung Karno. Beliau mengatakan bahwa ada delapan faktor yang menjadi penyakit kepemimpinan. Seorang pemimpin selalu saja mengidap salah satu dari penyakit-penyakit ini, namun karena faktor egoisme atau ananiyah yang telah merasuk ke dalam tubuh dan jiwa seseorang, maka sifat-sifat tersebut rasanya sulit untuk dicampakkan. Di antara penyakit-penyakit atau kekurangan-kekurangan tersebut adalah :

Pemimpin yang tidak mau mendengar pendapat orang lain (pemimpin otoriter)
Pemimpin yang tidak seirama antara perkataan dengan perbuatan
Pemimpin yang cenderung pilih kasih terhadap bawahannya
Pemimpin yang suka mengintimidasi orang lain (pemimpin diktator)
Pemimpin yang suka merusak orang lain
Pemimpin yang gagal memberi petunjuk kepada rakyatnya
Pemimpin yang tidak membangun rakyatnya, dan pemimpin yang cepat merasa puas atas keberhasilannya.

workshopkebangsaanSelain itu pula, ada kegiatan yang menegangkan bagi peserta sekaligus mengajarkan keberanian & ketangguhan, kedisiplinan, pengamatan  dan mental yang dilaksanakan pada tengah malam “Jerit Malam” namanya. Tepat pukul 01.00 dini hari, seluruh panitia menyiapkan peralatan yang akan digunakan untuk materi tersebut. Sedangkan seperta diarahkan ke lapangan untuk berbaris.  Semua terhening, hanya ada suara katak yang bersahutan. Satu demi satu  peserta di lepas menuju pos demi pos, jiwanya gelisah, sedih, menangis ketakutan, merinding, semua bercampur baur…. tiba-tiba lariiiiii…..
Ada satu lagi sangat menarik perhatian peserta, tiba-tiba terjadi konflik yang sengit di luar agenda (program). Guru-guru berdebat di depan peserta yang matanya tertutup. Awal mula Mr. Afau dikritik oleh guru-guru SDIT Mentari Indonesia karena dianggapnya kegiatan Jerit Malam mengganngu mereka yang sedang tidur nyenyak. Kami tidak terima dengan itu, akhirnya terjadilan konflik antara Guru SMP vs Guru SD. Ada yang menjadi korban, Mr. Afau terluka bagian bibir dan hidungnya berdarah karena dipukul oleh salah satu guru SD Mr. Mahmud namanya. Konflik terus berjalan, semua turun tangan untuk mengerai. Seluruh  peserta mulai terpancing dan mengerai “sudah cukup jangan berkelahi terus..” “sudah cukup..!” “Malu sama orang jadi guru ko berkelahi..” bahkan ada yang menangis sambil berkata “sudaaah pa afaau jangan berantem teruuuss..!!”
Tepat pukul 03.45, disaat peserta menyaksikan konflik, tiba-tiba seluruh guru dan pembina bernyanyi… dan kalian… serentak peserta tertawa dan terpancing dengan skenarionya yang merupakan bagian dari materi Resolusi Dan Manajemen Konflik. Di akhir kegiatan jerit malam, kepala sekolah yang berkesempatan hadir menyampaikan refleksi tentang materi Resolusi Dan Manajemen Konflik. Bahwa sebagai pemimpin para peserta dididik untuk siap menghadapi konflik organisasi yang mungkin saja terjadi. Dengan bekal demikian peserta mendapatkan pelajaran bagaimana cara menghadapi konflik dan penyelesaiannya.
***
raftingdonatSelasa pagi cerah, disambut dengan udara sejuk, kami pun melanjutkan program dengan olah raga disambung dengan outbond dan rafting donat sampai pukul 11.30. Antusias peserta sangat tinggi sekali, karena mereka ingin sekali menikmati kebebasan setelah sehari semalam dibekali dengan materi-materi yang menegangkan.
Canda tawa terlihat di wajah mereka, senyum bahagia terlihat di pipinya.
Acara ini terkonsep dan terlaksana dengan baik berkat kerja sama dan kekompakan guru, instruktur, pembina pramuka, panitia, dan peserta yang sungguh-sungguh melaksanakannya. Terima kasih semuanya, semoga Allah membalas amal baiknya… Amiin…

batrailmi3